Hubungi : 0851 6963 4336

Universitas Sains Indonesia Jadi Co-Host International Education Forum 2026 Bersama Education Malaysia Global Services (EMGS) dan Universiti Kuala Lumpur untuk Perkuat Jejaring Pendidikan Tinggi ASEAN


Bekasi, 17/07/2026 – Komitmen Universitas Sains Indonesia (USI) dalam memperluas jejaring internasional kembali diwujudkan melalui partisipasinya sebagai Co-Host pada International Education Forum 2026, sebuah forum pendidikan tinggi internasional yang diselenggarakan oleh Education Malaysia Global Services (EMGS) bekerja sama dengan Universiti Kuala Lumpur (UniKL) dalam rangkaian Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 di Malaysia. Forum internasional ini mempertemukan para pimpinan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi pendidikan dari berbagai institusi di Indonesia dan Malaysia untuk mendiskusikan masa depan pendidikan tinggi di kawasan ASEAN. Kehadiran Universitas Sains Indonesia sebagai Co-Host menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat kolaborasi akademik, riset, inovasi, serta pengembangan jejaring internasional yang berkelanjutan.
Mengusung tema "Equitable Accessibility: Broadening the Opportunities to Higher Education in ASEAN," forum ini menekankan pentingnya pemerataan akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas di tengah pesatnya transformasi digital dan globalisasi. Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini, yaitu tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman internasional melalui kolaborasi lintas negara.
Sebagai Co-Host, Dr. Yoki Muchsam, S.Si., M.M., M.T., yang mewakili Universitas Sains Indonesia, berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan forum sekaligus berpartisipasi dalam berbagai diskusi strategis mengenai masa depan pendidikan tinggi di kawasan ASEAN. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan profil serta potensi Universitas Sains Indonesia kepada berbagai institusi pendidikan internasional, sekaligus menjajaki peluang kerja sama di bidang penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, hingga pengembangan program akademik bertaraf internasional. Melalui peran tersebut, Dr. Yoki Muchsam turut memperkuat posisi Universitas Sains Indonesia sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring akademik dan kolaborasi global.
Selama forum berlangsung, berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari digitalisasi pembelajaran, internasionalisasi kampus, transformasi tata kelola perguruan tinggi, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung inovasi pendidikan tinggi. Diskusi yang berlangsung secara terbuka memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk saling bertukar pengalaman, praktik baik, serta strategi dalam menghadapi perubahan lanskap pendidikan global.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan dalam kegiatan ini adalah kesempatan berdiskusi secara langsung dengan pimpinan perguruan tinggi dan akademisi internasional mengenai strategi membangun universitas yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pertemuan tersebut tidak hanya menghasilkan pertukaran gagasan, tetapi juga membuka komunikasi awal untuk pengembangan berbagai bentuk kolaborasi akademik di masa mendatang.
Keikutsertaan Universitas Sains Indonesia sebagai Co-Host juga menjadi bukti meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap USI sebagai institusi yang aktif mendukung internasasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui forum ini, USI memperluas jejaring dengan berbagai universitas dan organisasi pendidikan di kawasan ASEAN, sekaligus membuka peluang penyusunan Memorandum of Understanding (MoU), penelitian kolaboratif, penyelenggaraan konferensi internasional, serta program mobilitas mahasiswa dan dosen.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dosen USI dalam forum internasional memberikan manfaat yang signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Wawasan global yang diperoleh selama kegiatan akan diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran melalui pembaruan materi kuliah, studi kasus internasional, kuliah tamu bersama akademisi luar negeri, hingga penerapan collaborative learning yang mendorong mahasiswa memiliki kemampuan berpikir global, komunikasi lintas budaya, dan literasi digital. Selain itu, jejaring yang dibangun membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar, magang internasional, penelitian bersama, maupun melanjutkan studi di luar negeri.
Partisipasi dalam International Education Forum 2026 merupakan bagian dari strategi Universitas Sains Indonesia untuk memperkuat reputasi institusi di tingkat regional dan internasional. Melalui keterlibatan aktif dalam forum akademik global, USI terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, industri, dan organisasi internasional guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berdampak.
Ke depan, Universitas Sains Indonesia berharap kerja sama yang terjalin melalui forum ini dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan, seperti penyelenggaraan penelitian bersama, publikasi ilmiah bereputasi internasional, joint conference, program student and faculty exchange, dual degree, hingga pengembangan kurikulum berstandar global. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen USI untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, berdaya saing internasional, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan di tingkat ASEAN maupun dunia