Hubungi : 0851 6963 4336

USI Hadir Bantu Sekolah Hadapi Fenomena Bullying, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Galang Komitmen Anti-Bullying di SMPN 4 Setu


Bekasi, 21/01/2026 — Mahasiswa Ilmu Komunikasi melaksanakan kegiatan kampanye dan sosialisasi anti-bullying di SMP Negeri 4 Setu sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya praktik perundungan di lingkungan sekolah yang berdampak pada kenyamanan dan kesehatan mental peserta didik.

Kegiatan ini berlangsung sejak pagi hari dan diawali dengan pembukaan acara oleh pembawa acara (MC) pada pukul 08.00 WIB. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme dari para siswa yang mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala SMPN 4 Setu, Dr. Atam Sulaeman, S.Sos.I., M.M., yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan kampanye anti-bullying di lingkungan sekolah. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana kegiatan, Elsya Pranajaya, yang menjelaskan bahwa kampanye ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus refleksi bersama bagi siswa. Menurutnya, mahasiswa ingin mengajak siswa untuk berani bersuara, saling menghargai, dan menumbuhkan empati dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Memasuki sesi utama, mahasiswa menyampaikan materi sosialisasi anti-bullying dengan pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan dunia remaja. Penyampaian materi berlangsung interaktif dan mendapat perhatian penuh dari para siswa yang mengikuti kegiatan dengan serius.

Untuk menjaga keterlibatan peserta, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan mini games yang mengajak siswa berpartisipasi aktif. Suasana semakin hidup ketika siswa mulai berani mengemukakan pendapat, bertanya, serta berinteraksi langsung dengan mahasiswa.

Kegiatan ditutup dengan penutupan acara dan komitmen bersama sebagai simbol kesepakatan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, saling menghargai, dan bebas dari bullying. Komitmen ini menjadi pesan penting bahwa pencegahan perundungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi tidak hanya mengimplementasikan pembelajaran di luar kelas, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membangun kesadaran sosial serta budaya sekolah yang lebih peduli dan empatik.