Hubungi : 0851 6963 4336
Bekasi, 14/01/2026 — Kepedulian terhadap maraknya kasus perundungan di lingkungan sekolah mendorong mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 1 Universitas Sains Indonesia (USI) untuk turun langsung ke lapangan. Melalui kegiatan sosialisasi dan kampanye anti-bullying, mahasiswa menyapa dan berinteraksi langsung dengan siswa-siswi SMP Negeri 6 Tambun Selatan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran USI dalam merespons fenomena bullying yang dinilai semakin mengkhawatirkan, khususnya di kalangan pelajar usia remaja. Mahasiswa hadir tidak hanya membawa pesan kampanye, tetapi juga menciptakan ruang dialog yang aman dan menyenangkan bagi para siswa.
Dalam rangkaian kegiatan, mahasiswa menyampaikan pesan-pesan anti-bullying melalui pendekatan yang komunikatif dan dekat dengan dunia siswa. Suasana kegiatan dibuat cair dan interaktif, sehingga siswa dapat terlibat aktif sejak awal hingga akhir acara.
Untuk memperkuat pesan kampanye, mahasiswa menghadirkan berbagai games interaktif yang mengajak siswa berpartisipasi, bekerja sama, serta merefleksikan pentingnya sikap saling menghargai di lingkungan sekolah. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka mengikuti setiap sesi dan berani menyampaikan pendapat.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Kepala SMPN 6 Tambun Selatan yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa Ilmu Komunikasi USI yang menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.
Ketua pelaksana kegiatan, Suaid Yuzaky Sabil (NIM 2511040035), menyampaikan bahwa kampanye ini dirancang sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu sosial yang dekat dengan kehidupan pelajar. Menurutnya, mahasiswa ingin membangun kesadaran bersama bahwa menciptakan sekolah yang aman merupakan tanggung jawab semua pihak.
Sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan, mahasiswa juga membuka sesi konseling serta menyediakan kotak aspirasi bagi siswa yang ingin menyampaikan pengalaman atau keresahan terkait perundungan. Seluruh aspirasi yang terkumpul akan dikoordinasikan dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai langkah tindak lanjut yang lebih terarah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi USI tidak hanya mengasah kemampuan komunikasi di luar kelas, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membangun budaya sekolah yang lebih peduli, empatik, dan ramah bagi seluruh siswa.